Posted by mafiaid on 24 January 2008
Oleh : Aninditya
Matahari diatas kepalaku semakin menyengat, basahan air wudhu yang menyejukan sudah tak kurasakan lagi. Semakin lama semakin panas, tenggorokan ku pun tak merasakan puas, walaupun beberapa botol air mineral sudah ku tenggak. Aku hanya bisa menghela nafas. Beberapa batu bekas intifadah tadi pagi masih terselip di saku celanaku.
“Fayyad……….!†panggilan Abu Aziz menganggetkan lamunanku.
“ya abu†jawabku dengan sedikit terpapah, karena letih masih bersarang di tubuhku.
“Imam wafatâ€
“innalillahi wa’inailahirajiunâ€
Read the rest of this entry »
Posted in Cerpen | Tagged: Aninditya, Cerpen, LANGKAH YANG TAK PERNAH MATI | 2 Comments »
Posted by mafiaid on 24 January 2008
Oleh : Aninditya
Ini kali pertamanya ke uraikan senyumku dengan lebarnya,,,,,langkahku menuju walimah sahabatku begitu ringan dan riang,,,,,saat itu memang langit aga sedikit mendung. Cuacanya kurang mendukung untuk sebuah pesta pernikahan, tapi kegiranganku menutupi langit-langit yang tak bercahaya…… Rini,,,ya,,,nama itulh yang akad di Qabulkan oleh seorang ikhwan yang tampan dan gagah berani untuk memperjuangkan islam..ahaahaahaa hatiku senang sekali dibuatnya..
Persahabatn yang kubina selama ini yayayaya….kupercaya semua nantinya pasti akan sibuk dengan kehidupnya masing-masing. apalagi mereka yang sudah berkeluarga.
Read the rest of this entry »
Posted in Cerpen | Tagged: Aninditya, Cerpen, SURAT MERAH JAMBU | Leave a Comment »