Agus Priyadi and Mafia.Or.ID

blog all about (brains colocations)

[Thunder 125] OOT: Naek motor bikin IMPOTEN?

Posted by mafiaid on 15 August 2006

Jakarta, Pengendara motor belakangan ini semakin lama semakin bertambah. Di samping efek positif, ternyata naik motor juga menyimpan bahaya tersembunyi. Sebuah riset mengatakan, mengendarai motor berisiko impoten dan menurunkan libido. Wah!

Hasil penelitian tersebut merupakan gabungan dari riset tiga negara, Itali, Amerika, dan Austria. Pengendara motor yang menghabiskan waktu cukup lama di atas motor berisiko impoten dan menurunkan libido.

Tapi bukan berarti anda tak boleh naik motor. Semua pengendara kendaraan roda dua itu, terutama pria hanya perlu berhati-hati dalam memilih sadel atau tempat duduk motor anda. Demikian NYTimes, Kamis (6/10/2005).

Sebab riset di atas menemukan, tempat duduk motor yang memiliki bagian belakang menyempit dan ujungnya mengecil berpengaruh pada performa seksual si pengendara motor. Beberapa jenis dudukan atau sadel motor bahkan memiliki efek yang lebih berbahaya lagi. Bahkan sadel yang diiklankan sebagai sadel ergonomis juga dapat membahayakan organ seksual.

Penelitian ini juga membuktikan, setidaknya 5 persen pria yang sering mengendarai motor mengalami disfungsi ereksi. Para ahli percaya angka sesungguhnya lebih tinggi karena banyak pria yang enggan menghubungkan kelemahan seksualnya dengan kebiasaannya mengendarai motor.

Ini memang bukan fakta baru. Tahun 1997, seorang urologis asal Boston Dr. Irwin Goldstein telah meneliti masalah ini. Ia pun menyimpulkan, hanya ada dua jenis pengendara motor. Satu yang telah impoten dan dua, yang akan impoten.

“Ketika anda duduk di kursi anda tak pernah membebankan tubuh anda ke perineum, tapi ketika anda duduk di motor, tekanan perineum dari berat beban anda meningkat sampai 7 kali lipat,” demikian Dr Schrader, ahli reproduksi dari National Institute for Occupational Safety and Health.

Perineum adalah daerah antara alat kelamin dan anus. Pada pria area tersebut berada antara testis sampai anus, sedangkan pada wanita, dari vagina sampai anus.

Di dalam perineum ini terdapat arteri dan saraf yang menghantarkan aliran darah dan rasa sensasi ke penis. Ketika pengendara motor duduk di sadel yang meruncing atau sempit, arteri dan saraf tadi semakin tertekan. Kurangnya aliran darah tadi, mengakibatkan penis kurang mendapat tekanan atau dorongan untuk mencapai ereksi penuh.

Hal tersebut tak jauh berbeda pada wanita. Arteri dan syaraf yang sama juga berpengaruh pada klitoris wanita ketika berhubungan seksual. Walau pengendara motor wanita belum banyak dipelajari namun peneliti percaya efeknya hampir sama dengan pria.

Dalam penelitian yang dilakukan, sadel klasik yang ujungnya mengecil akan membuat tubuh menumpu beban ke arah perineum. Setidaknya seperempat tubuh bertumpu ke ujung sadel sehingga menekan perineum.

“Seorang pria bisa duduk di atas sadel dan tak menyadari aliran oksigen ke penisnya bisa berkurang hingga 100 persen,” jelas Dr. Cohen seorang terapis fisik.

Besarnya risiko masing-masing pengendara bisa berbeda-beda. Berbagai faktor seperti berat badan dan anatomi tubuh juga turut mempengaruhi. Namun belum ada penelitian yang mendetil tentang faktor tersebut.

Sadel yang aman menurut peneliti tadi adalah sadel yang bisa membuat pengendara bertumpu pada tulang duduk. Dengan posisi duduk yang bertumpu pada tulang yang terdapat di bokong tersebut perineum terlindungi dari tekanan. Sadel yang ‘berhidung’ atau menonjol di bagian ujung juga sangat tidak disarankan.

Salam,

Ende

TC125.077

dari : mertanadipuja@****.com

ane laki2 30 th, pecinta wanita tapi bukan buaya. ane dah nikah 6 tahun, 1 anak laki2 umur 4 tahun, menurut apa yang ane rasakan, langsung aja ane kasih kesimpulan, penelitian itu 100% bener. jangankan dalam waktu jangka panjang ya.. jangka pendek aja ane dah rasain. ane tinggal di tangerang, kantor di sudirman, kira2 1.5 jam – 2 jam perjalanan naik motor. ane bawa motor rata2 1 – 2 kali dalam seminggu. setiap habis kerja bawa motor, malemnya bila mau ( maaf) berhubungan dengan bini, ntuh nyang namanya cucak rowo pasti ereksinya lebih loyo daripada kalau ane kerja nggak naik motor, dan yang lebih terasa lagi, tembakannya akan lebih berkurang alias nggak begitu kuat. segitu dulu ya… biar yang lain juga bagi2 pengalaman.

dari : sigidwu@****.com

october 2005 = pertama pake motor laki (blue thunder 125)

april 2006 = mengakhiri masa lajang

july 2006 = terdeteksi janin berumur 4 minggu pada istri

august 2006 = masih aja keenakan make thunder n istri

note:

  1. Mr. P sering kejepit kalo boncenger duduk nyamping jadi selalu pesen ke istri selalu pake celana panjang kalo mo diboncengin mas-nya.
  2. Selalu menggunakan celana yang tidak ketat agar sirkulasi udara lancar dan mempermudah manuver Mr. P, kalo sewaktu2 dia bangun di atas thunder.
  3. Dulu sering PP karawang – bekasi (1 jam-an) n sempat ngerasain pegel juga. tapi dengan mengatur ulang/memperbaiki posisi duduk, insya Allah punggung gak pegel dan duduk lebih aman.
  4. Jika memungkinkan selalu mengusahakan istirahat (turun dari motor) jika dalam perjalanan jauh.
  5. Jika ada barang bawaan gak mau diletakan diantara biker n boncenger, efeknya = point no. 1.

One Response to “[Thunder 125] OOT: Naek motor bikin IMPOTEN?”

  1. poenk said

    iya kadang kalo naek motor sport (yang ane tumpangin thunder 125 item) suka sakit peli……..
    ya solusinya banyak olah raga aje,,,dari pada harus jalan kaki ke kampus!!!bukan cuma bisa impoten tapi bisa lumpuh!!!!heuheu,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: